idstar | Johannesburg - FIFA mewanti-wanti pemerintah Afrika Selatan agar tidak melakukan intervensi terkait kasus pengaturan pertandingan (match fixing) timnas negara tersebut beberapa tahun lalu.
Sejumlah pertandingan ujicoba Afsel sebelum mereka menjadi tuan rumah Piala Funia 2010 diketahui telah diatur atau direkayasa hasilnya, yaitu saat melawan Thailand, Kolombia, Bulgaria, dan Guatemala.
Belakangan, Komite Olimpiade dan Konfederasi Olahraga Afsel (SASCOC) merekomendasikan agar kasus match fixing tersebut dibawa ke ranah hukum. Akan tetapi FIFA mengingatkan konsekuensi apabila pemerintah melakukan intervensi urusan sepakbola.
Menteri olahraga Afsel, Fikile Mbalula, mengatakan kepada media setempat bahwa dirinya akan bertolak ke markas FIFA di Zurich, Swiss, minggu depan untuk membahas masalah tersebut dengan badan sepakbola dunia itu.
"SASCOC telah membuat sebuah rekomendasi pada kami, bahwa kami harus menyelidiki kasus ini dengan sebuah judicial commission," ujar Mbalula dikutip Reuters, Minggu (31/3/2013).
"Match-fixing itu tentang penipuan, korupsi, dan mismanagement. Ada hukum dan aturan yang berlaku di Afrika Selatan. Jika ada kecurigaan, ya harus diselidiki. SAFA harus memahami bahwa mereka tak bisa menjadi pemain dan wasit secara bersamaan."
Sementara itu Wakil Presiden SAFA Danny Jordan mengatakan, organisasinya telah meminta polisi untuk melakukan investigasi.
Dugaan adanya kasus tersebut pertama kali mencuat pada Juli 2011, oleh pers setempat. Namun kala itu pihak federasi tidak segera bertindak.
Kasus itu muncul lagi sejak terbongkarnya jaringan mafia internasional di akhir 2012, dengan gembong asal Singapura, Wilson Raj Perumal. Sejumlah pengurus federasi sepakbola Afrika Selatan (SAFA) termasuk presidennya, Kirsten Nematandani, telah dijatuhi skorsing tapi hanya satu bulan.
(dtc/a2s) Sumber: detiksport
Home » berita-bola »
berita-hari-ini »
berita-hot
» Kasus Match Fixing Timnas, FIFA Mewanti-wanti Pemerintah Afsel
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Kasus Match Fixing Timnas, FIFA Mewanti-wanti Pemerintah Afsel "
Post a Comment